Powered By Blogger

Senin, 28 Maret 2011

Kegagalan Kondom


Kebohongan Asal Virus HIV/AIDS
Selama ini, buku, artikel, maupun leaflet tentang AIDS menyatakan bahwa virus HIV berasal dari simpanse atau kera dari Afrika. Ternyata semua itu hanyalah propaganda dari pihak-pihak tertentu untuk menutupi fakta yang sebenarnya bahwa penyakit AIDS pertama kali ditemukan pada komunitas homoseksual di San Fransisco, Amerika Serikat tahun 1980. Ada pihak-pihak tertentu di Amerika Serikat yang telah memanipulasi informasi ini. Mereka membuat propaganda yang mengatasnamakan penelitian ilmiah bahwa virus HIV/AIDS berasal dari Afrika. Padahal, merebaknya AIDS menunjukkan kebobrokan perilaku sebagian besar warga AS yang tak bisa ditangani pemerintah secara baik.



Kegagalan Kondomisasi di Amerika Serikat Kenapa dengan kondom?
Kondom masih menularkan HIV/AIDS, karena virus itu bisa menembus pori-pori kondom. Penelitian di Amerika dan Afrika membuktikan hal ini. Di Amerika juga terjadi kegagalan program kondom untuk menanggulangi AIDS karena orang yang memakai kondom masih tertular AIDS. Akhirnya, kondom tak boleh dikampanyekan lagi di Amerika Serikat.

Apa faktanya?
H. Jafe dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau United State of Disease Control (US CDC) menyatakan bahwa kondomisasi yang dilaksanakan sejak 1982 mengalami kegagalan. Evaluasi yang dilakukan tahun 1995 sangat mengejutkan, ternyata kematian akibat AIDS menduduki peringkat pertama, menggeser penyakit jantung dan kanker di Amerika Serikat.

Mengapa terjadi demikian?

Pertama, kampanye kondom makin mendekatkan orang untuk berbuat zina (seks bebas dan pelacuran), karena merasa aman dari bahaya penyakit kelamin termasuk AIDS. Akibatnya, frekuensi perzinaan bertambah. Dengan kata lain, kampanye kondom menjerumuskan orang pada perzinaan, sehingga resiko tertular AIDS semakin besar.
Kedua, kondom memiliki pori-pori dan cacat mikroskopis (pinholes). Kondom memiliki pori-pori 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, jika meregang pori-pori akan membesar. Kondom juga memiliki 32.000 cacat mikroskopis dan tingkat kebocoran 30%. Sementara itu, ukuran virus HIV 1/250 mikron. Jauh lebih kecil ketimbang pori-pori kondom. Akibatnya, kondom tak 100% aman untuk mencegah AIDS dan penyakit kelamin lainnya.
Karenanya, pakar AIDS dari Harvard AIDS Institute, Amerika Serikat, J. Mann sejak tahun 1995, tak lagi menganjurkan program kondomisasi. Rekomendasi ini diikuti pakar lainnya dan pemerintah Amerika Serikat hingga sekarang. Ironisnya, di negeri kita justru dikampanyekan.

Cara efektif menanggulangi AIDS?
Pertama, tidak melakukan perzinaan (seks bebas, perselingkuhan, pelacuran, homoseksual, dan penyimpangan psikoseksual lainnya). Kedua, melakukan transfusi darah dan jarum suntik yang tidak tercemar HIV/AIDS.

Keutamaan Sholat


Dari Ibnu Umar radhiallahuanhu, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, membayar zakat, haji, dan shaum pada bulan ramdhan.” (Bukhari, muslim – At-Targhib).

Kelima hal di atas adalah asas islam terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw. seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, dan empat tiang-tiang lainnya adalah pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah tersebut tidak dapat berdiri tegak. Apabila salah satu dari keempat tiang itu tidak ada, kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin rubuh. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita melihat diri kita sendiri, sejauh mana manakah kita telah menegakkan Islam ini? Benarkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna?


Kelima tiang dalam hadits di atas sangat penting, sehingga ditetapkan sebagai asas-asas Islam. Oleh karena itu, dengan kedudukan sebagai seorang muslim, maka sangat penting bagi kita untuk memperhatikan urusan shalat, mengingat bahwa masalah terpenting setelah iman adalah shalat. Abdullah bin Mas’ud r.a berkata “Saya pernah bertanya keapada Rasulullah saw., “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Jawab beliau, “Shalat.” Saya bertanya lagi, :Lalu apa?” Beliau menjawab, “Berbuat baik kepada orang tua.” Kemudian saya bertanya lagi, “Lalu apa?” Jawab beliau, “Jihad”. Mulla Ali Qari rah.a. menyatakan bahwa alim ulama telah menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa shalat adalah kewajiban Islam yang terpenting setelah iman.