Sabtu, 06 November 2010

PENGENALAN PENYAKIT TANAMAN YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM
DASAR-DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN
PENGENALAN PENYAKIT TANAMAN
Disebabkan Oleh Jamur









Oleh
ARIF HENDRA MUSTHOFA
E 281 08 006













PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2009
I.  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penyakit adalah suatu proses dimana bagian-bagian tertentu dari tumbuhan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.  Pada umumnya penyakit disebabkan oleh jasad renik, mikroba, dan mikroorganisme yaitu jamur, virus dan bakteri serta nematoda.
Adanya penyakit yang diderita tanaman dapat menyebabkan tanaman tidak bisa memberikan hasil yang baik secara kualitas dan kuantitas.  Faktor-faktor yang dapat mendukung keberadaan penyakit adalah keadaan tumbuhan yang rentan, pathogen yang virulen dan lingkungan yang sesuai bagi penyebab penyakit untuk berkembang.
Jamur merupakan sekelompok jasad hidup yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, karena memiliki dinding sel, berkembang biak dengan spora tetapi tidak memiliki klorofil dan tidak memiliki sistem pembuluh seperti tumbuhan tingkat tinggi (Anonim, 2009).


1.2  Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur.
Kegunaan dari praktikum ini adalah agar praktikan untuk mengetahui gejala-gajala penyakit yang disebabkan oleh jamur serta dapat mengetahui cara-cara pengendalian dari jamur-jamur yang dapat meyerang tanaman.

II.  TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Klasifikasi
Klasifikasi jamur Colletotrichum capsici pada tanaman Cabai (Capsicum annum) yaitu kingdom Fungi,  divisio Achomycota, kelas Sodaliomychetes, ordo Phyllachorallet, famili Phyllachoraceae, genus  Colletotrichum, dan spesies Colletotrichum capsici (Anonim, 2009).
Klasifikasi dari Fusarium oxyporum yang menyerang tanaman tomat adalah Kingdom Fungi, Filum Ascomycota, Kelas Sordariomycetes, Ordo Hypocreales, Family Nectriaceae, Genus Fusarium, dan Spesies Fusarium oxyporum lycopersici (Anonim, 2009).
Klasifikasi dari Phytophthora palmivora yang menyerang tanaman kakao adalah Kingdom Fungi, Filum Heterokontophyta, Kelas Oomycetes, Ordo Peronosporales, Family Pythiaceae, Genus Phytophthora, dan Spesies Phytophthora palmivora (Anonim, 2008).
Klasifikasi dari Fusarium oxyporum yang menyerang tanaman pisang adalah Kingdom Fungi, Filum Ascomycota, Kelas Sordariomycetes, Ordo Hypocreales, Family Nectriaceae, Genus Fusarium, dan Spesies Fusarium oxyporum  f. sp. cubense (Djatnika, 2009).


2.2  Siklus Hidup
Siklus hidup dari jamur Colletotrichum capsici yang terdapat pada tanaman Cabai (Capsicum annum) yaitu berawal dari buah masuk menginfeksi biji.  Pada umumnya jamur ini menginfeksi semai yang tumbuh dari biji buah yang sakit.  Jamur ini juga menyerang daun dan batang, hingga buah tanaman dan dapat mempertahankan dirinya dalam sisa-sisa tanaman sakit.  Kemudian konidium dari jamur ini akan disebarkan oleh angin (Anonim, 2009).
Siklus hidup jamur Fusarium oxyporum pada tanaman tomat (Licopersicum esculentum) yaitu jamur mengadakan penginfeksi pada bagian tanah.  Tanah yang sudah terinfeksi sukar dibebaskan kembali dari jamur ini. jamur menginfeksi pada bagian akar, terutama pada bagian yang telah luka, lalu menetap dan berkembang di berkas pembuluh (Semangun, 2001).
Siklus hidup dari jamur Phytophtora palmivora yang berada pada buah Kakao (Theobroma cacao) yaitu bersumber dari tanah yang berbentuk siste.  Jamur ini mengadakan infeksi pada buah melalui percikan air dan batang yang terserang penyakit kanker batang.  Jamur ini berkembang dengan sporangium yang penyebarannya melalui percikan air, angin dan serangga sehingga dapat mencapai buah-buah yang tinggi (Anafzhu, 2009).
Siklus hidup dari jamur Fusarium oxysporum cubense yang ada pada tanaman Pisang (Musa sp.) yaitu pada dasarnya sama dengan penyakit jamur yang terdapat pada tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yaitu bersumber dari tanah yang berbentuk miselium yaitu berupa benang-benang halus atau dalam semua bentuk konidiumnya dan memiliki tiga macam spora antara lain mikrokonidium, makrokonidium, serta klamidiospora (Anafzhu, 2009).

2.3  Mekanisme Jamur Menginfeksi Tanaman
Mekanisme Jamur Colletotrichum capsici menyerag pada tanaman Cabai (Capsicum annum)  yaitu Jamur pada buah masuk ke dalam ruang biji dan menginfeksi biji.  Kelak jamur menginfeksi semai yang tumbuh dari biji buah yang sakit.  Jamur menyerang daun dan batang, kelak dapat menginfeksi buah-buah.  Jamur hanya sedikit sekali mengganggu tanaman yang sedang tumbuh, tetapi memakai tanaman ini untuk bertahan sampai terbentuknya buah hijau.  Selain itu jamur dapat mempertahankan diri dalam sisa-sisa tanaman sakit. Seterusnya konidium disebarkan oleh angin (Anonim, 2009).
Mekanisme jamur Fusarium oxyporum menginfeksi tanaman tomat yaitu jamur mengadakan penginfeksi pada bagian tanah.  Jamur menginfeksi pada bagian akar, terutama pada bagian yang telah luka, lalu menetap dan berkembang di berkas pembuluhn (Anonim, 2009).
Spesies Phytophthora sp. menghasilkan spora aseksual pada kondisi lingkungan yang mendukung (suhu dan kelembaban optimum).  Spora aseksual disebut sporangium.  Sporangia dibentuk pada sporangiofor.  Ukuran dan bentuk sporangia bermacam-macam (ovoid, obovoid, ellipsoid, limoniform (seperti lemon) dan pyriform (seperti buah pir).  Sporangium berkecambah dan akar membentuk tabung kecambah apabila kontak dengan tanaman (Erwin dan Ribeiro, 1996).  Zoospora merupakan spora seksual yang dihasilkan melalui peleburan gamet jantan (oogonium) dan betina (antheredium).  Zoospora dapat menyebar melalui percikan air dan aliran air dipermukaan tanah.  Spora ini memiliki flagel yang dapat membantu pergerakannya mendekati inang.  Jamur ini dapat bertahan dalam tanah dan mengadakan infeksinya terutama melalui tanah dan disini dapat membentuk sporangium dan spora kembara.  Jamur terutama dipencarkan oleh air hujan dan air pengairan yang mengalir di atas permukaan tanah.  Infeksi ke pangkal batang dibantu oleh adanya luka, misalnya yang disebabkan oleh alat-alat pertanian (Anonim, 2009).
Mekanisme jamur Fusarium oxyporum menginfeksi tanaman pisang, jamur dapat bertahan pada akar, dan pada tanaman yang mempunyai hubungan dekat dengan pisang.  Adanya luka pada akar akan meningkatkan infeksi.  Pada saat masuk ke dalam akar jamur berkembang sepanjang akar menuju ke batang dan jamur akan berkembang secara meluas dalam jaringan pembuluh (Anonim, 2009).   

2.4  Gejala Serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh jamur Collectotrichum capsici yang terdapat pada tanaman cabai yaitu mula-mula berbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitaman dan berlekuk, pada buah yang masih hijau atau yang sudah masak.  Bintik-bintik ini tepinya berwarna kuning, membesar dan memanjang. Bagian tengahnya menjadi semakin gelap (Deasyirzayanti, 2008).
Gejala serangan yang disebabkan oleh Fusarium oxyporum yang menyerang tanaman tomat biasanya dimulai dengan menguning atau layunya daun bagian bawah dekat pangkal batang (daun tua).  Bila pada bagian pangkal batang diiris akan terlihat warna coklat pada pembuluh kayunya.  Akar tamanan yang diserang menjadi rusak dan busuk.  Selanjutnya membuat tanaman menjadi layu dan mati. Berbeda dengan layu bakteri, layu fusarium ini tidak menyebabkan keluarnya lendir (Anonim, 2009).
Phytophthora sp. umumnya menyerang pada bagian pangkal batang dekat permukaan tanah.  Gejala awal tampak berupa bercak basah yang berwarna gelap/hitam kebasah-basahan pada permukaan kulit pangkal batang.  Jaringan kulit kayu yang terserang mengalami perubahan warna bahkan permukaan kulit, kambium, kayu, terutama pada serangan lanjut.  Kulit batang yang terserang, permukaannya cekung dan mengeluarkan belendok, dan pada tanaman terserang sering terbentuk kalus.  Kematian tanaman akibat serangan penyakit ini terjadi apabila bercak pada kulit melingkari batang.  Perkembangan bercak ke bagian atas, umumnya terbatas hingga 60 cm di atas permukaan tanah, sedangkan perkembangan ke bagian bawah dapat meluas ke bagian akar tanaman (Anonim, 2009).
Gejala serangan jamur Fusarium oxyporum pada tanaman pisang (Musa sp.) yaitu tepi daun bawah berwarna kuning tua yang menjadi coklat dan mengering.  Jika pangkal batang dibelah membujurkan terliahat garis-garis coklat atau hitam menuju ke semua arah, dari batang keatas melalui jaringan pembuluh kepangkal daun dan tangkai (Semangun, 2001)

2.5  Pengendalian
Pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman cabai yang terserang Collectotrichum capsici yaitu  sanitasi, memperbaiki pengairan, menggunakan benih sehat, pergiliran tanaman, memenfaatkan Trichoderma dan Gliocladium serta dapat pula dengan menggunakan varietas tahan (Wawan-junaidi ,  2009).
Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap tanaman tomat yang terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum yaitu dengan cara kultur teknis, cara fisik dan mekanis, cara biologis memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Trichoderma sp.  Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif (Deasyirzayanti, 2008).
Untuk spesies Phytophthora sp. pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara mengunakan agen antagonis cendawan Trichoderma spp., Gliocladium spp. yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos, menghindari air pengairan mengenai/terkena langsung pangkal batang dengan membuat selokan melingkari batang, mengurangi kelembaban kebun dengan mengatur drainase, jarak tanam, pemangkasan, dan sanitasi lingkungan/kebun dan menghindarkan terjadinya pelukaan terhadap baik akar maupun pangkal batang pada waktu pemeliharaan/penyiangan (Anonim, 2009).
Pengendalian jamur Fusarium oxysporum f. sp. cubense pada tanaman pisang (Musa sp.) yaitu dengan cara tidak menanam jenis pisang yang rentan di lahan yang terinfestasi patogen, hanya menanam tanaman yang sehat, mengendalikan cacing-cacing akar dengan nematisida, memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka-luka pada akar (Semangun, 2001).
III.  METODOLOGI
3.1  Tempat dan Waktu
Pelaksanaan praktikum tentang Pengenalan Penyakit yang disebabkan oleh Jamur ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Pada tanggal 04 November 2009, pada pukul 14.00 Wita sampai 17.30 Wita.

3.2  Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat pemotong, alat tulis menulis, dan buku gambar.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Cabai (Capsicum annum) yang terserang Colletotrichum capsici, Tanaman Tomat (Peraicum esculentum) yang terserang Fusarium oxyporum, Buah Kakao (Theobroma cacao) yang terserang Phytophthora palmivora dan Tanaman Pisang        (Musa sp.) yang terserang Fusarium oxyporum.
      
3.3  Metode Praktek
Mengambil tanaman yang menunjukan gejala penyakit, untuk Tanaman pisang yang terserang Fusarium oxyporum menggunakan alat pemotong untuk memotong batang pisang. Kemudian menggambar spesimen tersebut secara jelas, dan memberikan keterangan dan penjelasan tentang gejala tanaman yang terserang penyakit.
IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
                                                                                                     


Ket:
Warna hitam pada buah  yang menunjukan gejala serangan Colletotrichum capsici.




Gambar 22.  Cabai (Capsicum annum) yang Terserang Colletotrichum capsici.



Ket:
Daun yang layu menunjukan gejala serangan Colletotrichum capsici.








Gambar 23.  Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yang Terserang  Fusarium oxyporum.

                                                                                                     

Ket:
Buah Kakao berwarna hitam menunjukan gejala serangan Phytophthora palmivora.








Gambar 24. Buah Kakao (Theobroma cacao) yang Terserang Phytophthora palmivora.

                                                                                                     

Ket:
Batang berwarna hitam kemerah-merahan yang menunjukan gejala serangan Colletotrichum capsici.







Gambar 26.   Tanaman Pisang (Musa sp.) yang Terserang Fusarium oxyporum.
                                                                                                     

Ket:
Biji Buah Kakao berwarna hitam dan kering        menunjukan gejala serangan Phytophthora palmivora.






Gambar 27.   Gejala Serangan Phytophthora palmivora  pada bagian dalam Buah Kakao        (Theobroma cacao).

4.2  Pembahasan
Pada pengamatan pertama yaitu Cabai (Capsicum annum) yang terserang Colletotrichum capsici, buah cabai yang terserang menunjukan gejala serangan dengan ciri-ciri sebagian buah yang berwarna  hitam seperti hangus.
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh jamur Collectotrichum capsici yang terdapat pada tanaman cabai (Capsicum annum) yaitu mula-mula berbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitaman dan berlekuk, pada buah yang masih hijau atau yang sudah masak.  Bintik-bintik ini tepinya berwarna kuning, membesar dan memanjang. Bagian tengahnya menjadi semakin gelap (Deasyirzayanti , 2008).
Siklus hidup dari jamur Colletotrichum capsici yang terdapat pada Tanaman Cabai              (Capsicum annum) yaitu berawal dari buah masuk menginfeksi biji.  Pada umumnya jamur ini menginfeksi semai yang tumbuh dari biji buah yang sakit.  Jamur ini juga menyerang daun dan batang, hingga buah tanaman dan dapat mempertahankan dirinya dalam sisa-sisa tanaman sakit.  Kemudian konidium dari jamur ini akan disebarkan oleh angin (Anonim, 2009).
Pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman Cabai (Capsicum annum) yang terserang jamur Colletotrichum capsici yaitu memanfaatkan jamur Trichoderma.
Pengendalian yang dapat dilakukan pada Tanaman Cabai (Capsicum annum) yang terserang Collectotrichum capsici yaitu sanitasi, memperbaiki pengairan, menggunakan benih sehat, pergiliran tanaman, memanfaatkan Trichoderma dan Gliocladium serta dapat pula dengan menggunakan varietas tahan (Wawan-Junaidi ,  2009).
Pada pengamatan Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yang terserang Fusarium oxyporum, tanaman tomat yang terserang menunjukan gejala serangan dengan layunya daun tomat, akar yang rusak.
Gejala serangan yang disebabkan oleh Fusarium oxyporum yang menyerang Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) biasanya dimulai dengan menguning atau layunya daun bagian bawah dekat pangkal batang (daun tua).  Bila pada bagian pangkal batang diiris akan terlihat warna coklat pada pembuluh kayunya.  Akar tamanan yang diserang menjadi rusak dan busuk.  Selanjutnya membuat tanaman menjadi layu dan mati. Berbeda dengan layu bakteri, layu fusarium ini tidak menyebabkan keluarnya lendir (Anonim, 2009).
Siklus hidup jamur Fusarium oxyporum pada Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yaitu jamur mengadakan penginfeksi pada bagian tanah.  Tanah yang sudah terinfeksi sukar dibebaskan kembali dari jamur ini.  Jamur menginfeksi pada bagian akar, terutama pada bagian yang telah luka, lalu menetap dan berkembang di berkas pembuluh (Semangun, 2001).
Pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yang terserang jamur Colletotrichum capsici yaitu cara biologis dengan memanfaatkan jamur Trichoderma dan melakukan pengendalian secara fisik.
Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap Tanaman Tomat (Licopersicum esculentum) yang terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum yaitu dengan cara kultur teknis, cara fisik dan mekanis, cara biologis memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Trichoderma sp.  Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif (Deasyirzayanti , 2008).
Pada pengamatan yang Buah Kakao (Theobroma cacao) yang terserang Phytophthora palmivora.  Gejala serangan yang ditunjukan berupa sebagian kulit buah kakao yang berwarna hitam.
Penyakit ini umumnya menyerang pada bagian pangkal batang dekat permukaan tanah atau pada bagian sambungan antara batang atas dan bawah bibit jeruk okulasi.  Gejala awal tampak berupa bercak basah yang berwarna gelap/hitam kebasah-basahan pada permukaan kulit pangkal batang.  Kulit batang yang terserang, permukaannya cekung dan mengeluarkan belendok, dan pada tanaman terserang sering terbentuk kalus.  Kematian tanaman akibat serangan penyakit ini terjadi apabila bercak pada kulit melingkari batang (Anonim, 2009).
Siklus hidup dari jamur Phytophtora palmivora yang berada pada Buah Kakao (Theobroma cacao) yaitu bersumber dari tanah yang berbentuk siste.  Jamur ini mengadakan infeksi pada buah melalui percikan air dan batang yang terserang penyakit kanker batang.  Jamur ini berkembang dengan sporangium yang penyebarannya melalui percikan air, angin dan serangga sehingga dapat mencapai buah-buah yang tinggi (Anafzhu, 2009).
Pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman Kakao (Theobroma cacao) yang terserang jamur Colletotrichum capsici yaitu melakukan pengendalian secara fisik dan cara biologis dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sebagai jamur/cendawan antagonis.
Pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara membongkar tanaman (termasuk akarnya) yang terserang berat, kemudian membakarnya, memotong/membuang bagian tanaman yang sakit, termasuk 1 cm-3 cm bagian kulit sekitarnya yang sehat, kemudian diolesi fungisida. Untuk mempercepat pemulihan (regenerasi), sebaiknya bagian atas dan bekas luka potongan membentuk titik. Dan mengunakan agens antagonis cendawan Trichoderma spp., Gliocladium spp. yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos (Anonim, 2009).


Pada pengamatan Tanaman Pisang (Musa sp.) yang terserang Fusarium oxyporum. Tanaman pisang yang terserang penyakit Fusarium oxyporum menunjukan gejala serangan berupa adanya bercak hitam kemerah-merahan pada batang/pelepah pisang.
Gejala serangan jamur Fusarium oxyporum pada Tanaman Pisang (Musa sp.) yaitu tepi daun bawah berwarna kuning tua yang menjadi coklat dan mengering.  Jika pangkal batang dibelah membujurkan terliahat garis-garis coklat atau hitam menuju ke semua arah, dari batang keatas melalui jaringan pembuluh kepangkal daun dan tangkai (Semangun, 2001).
Siklus hidup dari jamur Fusarium oxysporum cubense yang ada pada Tanaman Pisang (Musa sp.) yaitu bersumber dari tanah yang berbentuk miselium yaitu berupa benang-benang halus atau dalam semua bentuk konidiumnya dan memiliki tiga macam spora antara lain mikrokonidium, makrokonidium, serta klamidiospora (Anafzhu, 2009).
Pengendalian yang dapat dilakukan pada tanaman (Musa sp.) yang terserang jamur         Colletotrichum capsici yaitu melakukan pengendalian secara fisik yaitu melakukan pemangkasan terhadap daun yang sudah terserang jamur Colletotrichum capsici dan menggunakan pestisida yang tepat.
Pengendalian jamur Fusarium oxysporum f. sp. cubense pada tanaman pisang (Musa sp.) yaitu dengan cara tidak menanam jenis pisang yang rentan di lahan yang terinfestasi patogen, hanya menanam tanaman yang sehat, mengendalikan cacing-cacing akar dengan nematisida, memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka-luka pada akar (Semangun, 2001).
V.  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.    Pada umumnya gejala yang ditimbulkan penyakit pada tanaman yaitu layunya daun-daun, terdapat bercak-bercak hitam pada buah.
2.    Siklus hidup jamur yang menyerang tanaman pada umunya yaitu bersumber dari tanah yang berbentuk miselium yaitu berupa benang-benang halus atau dalam semua bentuk konidiumnya dan memiliki tiga macam spora antara lain mikrokonidium, makrokonidium, serta klamidiospora.
3.    Pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur pada umumnya dapat dilakukan dengan cara alami yaitu pemanfaatan patogen antagonis, seperti Trichoderma sp., eradikasi dan penggunaan bibit unggul.

5.2  Saran
Saran saya sebagai praktikan yaitu dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur sebaiknya menggunakan cara biologis yaitu dengan memanfaatkan Trichoderma sp..
DAFTAR PUSTAKA
Anafzhu, 2009.  Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora).  http://anafzhu. blogspot. com /2009 / 06/ busuk-buah-kakao-phytophthora- palmivora.html.        Diakses pada tanggal 6 November 2009.

             , 2009.  Cendawan Fusarium sp.  http://anafzhu.blogspot.com/2009/06/cendawan-fusarium-sp.html.     Diakses pada tanggal 6 November 2009.
Anonim,   2008.    Fusarium.     http://indonesiachili.   com/      pest.    htm.
 Diakses pada  tanggal 06 November 2009.

             ,      2009.     Hama dan Penyakit Pada Tanamanhttp://en.forkus.com/d/hama–dan-penyakit-pada-tanaman.htm.
Diakses pada  tanggal 06 November 2009.

             , 2009. Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang. http//kalsel. litbang.deptan.go.id/index.php?option=comcontent&task=view&id=22&Itemid=82. Diakses pada  tanggal 06 November 2009.

Deasyirzayanti, 2008. Hama dan Penyakit Tanaman Tomathttp://deasyirzayanti. blog.com/?s=hama+dan+penyakit+tanaman+tomatDiakses pada tanggal 6 November 2009.
             , 2008.  Hama dan Penyakit Tanaman Cabehttp://deasyirzayanti. blog.com/2008/10/10/hama-dan-penyakit-tanaman-cabe/. Diakses pada tanggal 6 November 2009.

Djatnika, 2009. Pengendali Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang. http://www. balitbu.go.id/isubuah01-1.htm. Diakses pada  tanggal 06 November 2009.

Semangun, 2001.  Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.  Yogyakarta: Gajah Mada University.

Wawan-Junaidi,  2009. Hama dan Penyakit Tanaman Cabe. http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/10/hama–dan–penyakit–tanaman-cabe.html.
Diakses pada  tanggal 06 Nofember 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar