Sabtu, 01 Januari 2011

Kebesaran Allah SWT dari segi Ilmu Sains

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
     Tidak dapat di pungkiri lagi, banyak ilmuan pada jaman dahulu secara “tidak sengaja” telah menemukan kebesaran Allah SWT. dalam menciptakan alam semesta ini. Sebagai contoh : Fisikawan asal inggris, Sir Isaac Newton (1642-1724) yang telah menemukan ketetapan mekanik tentang gaya gavitasi. 

     Ia merasa yakin telah mendapat bukti tentang adanya eksistensi Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini. Dalam esai awalnya, De Gravitatione et Aequipandio Fluidorum, ia mengatakan, “… gravitasi internal benda-benda langit tidak menarik semua benda itu menjadi suatu putaran massa yang besar, karena benda-benda tersebut telah dengan cermat disebarkan di angkasa dengan jarak yang cukup jauh untuk mencegah terjadinya tabrakan besar. Gravitasi mungkin dapat menggerakkan planet-planet, namun tanpa sebuah kekuatan Illahiah yang Maha Dahsyat-Sang Mekanik Sejati, gravitasi takkan pernah mampu membuat planet-planet sirkular terhadap matahari sebagaimana adanya.”
    Dari pernyataan Newton tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pada awal penciptaan alam semesta ini, Allah SWT. telah menunjukkan kebesarannya dalam menciptakan sesuatu dengan memperkirakan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi, sehingga Allah SWT. menciptakan alam semesta ini dengan sangat sempurna dan indah. Allah telah menciptakan planet-planet dengan orbitnya atau garis lintasannya masing-masing sehingga planet-planet tersebut tidak bertabrakan. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
“Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al-Anbiyaa’ [21]:33).
 “Allah-lah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula. Perintah Allah berlaku padanya, supaya kamu ketahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.” (QS Ath-Thalaaq [65]:12).
Allah SWT. Telah menunjukkan salah satu kebesarannya ini, agar kita senantiasa dapat menjadi makhluk yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya.
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.” (QA Al-Baqarah [2]:21).
     Banyak yang dapat kita lakukan agar kita dapat menjadi makhluk yang beriman dan betaqwa. Salah satunya yaitu sholat. Karena shalat merupakan kewajiban yang paling besar pengaruhnya, paling agung penjelasan dan kebaikannya serta yang paling berbahaya apabila ditinggalkan. Shalat merupakan tiang agama dan kunci surga Allah. barangsiapa yag menjaga shalat, berarti dia telah berpegang dengan syariat Islam dan mengambil pondasinya. Barang siapa yang melalaikan shalat berarti dia telah melalaikan agamanya dan pondasinya.
     Shalat juga merupakan obat yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit hati, kejelekan jiwa. Penyakitnya-penyakitnya bagaikan cahaya yang menghilangkan pekatnya dosa-dosa dan kemaksiatan. Rasulullah shallahu’alaihi wasallam memberikan permisalan dan sabdanya ;
 “Apa pendapat kalian, seandainya ada sungai di depan pintu salah seorang dari kalian, dia mandi di sungai itu lima kali sehari; Apakah ada kotoran/daki yang tersisa?” Mereka menjawab, “Tidak akan ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Nabi berkata, “Demikianlah permisalan shalat lima waktu. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dengan sebab shalat.” (HR. Muslim).
     Nah teman-teman, apakah masih ada keraguan kita terhadap Allah SWT. dengan kebesaran-Nya yang ditunjukkan melalui penciptaan semesta ini? Sehingga kita tidak mau menjalankan segala  perintah-Nya?
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar