Jumat, 17 Desember 2010

Fotosintesis


I.  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tumbuhan merupakan organisme yang penting karena dapat membuat makanan sendiri (autotrof) melalui proses fotosintesis. Hasil dari proses fotosintesis ini adalah oksigen yang merupakan unsur terpenting dalam kehidupan.
Di dalam proses fotosintesis terdapat reaksi terang yang dikemukakan oleh Robin Hill, yaitu proses perubahan zat-zat anorganik (H2O dan CO2) oleh klorofil menjadi senyawa kimia organik yang stabil (Karbohidrat) dengan bantuan sinar matahari (Rakasyadi, 2000). 
Kemudian Blackman juga mengemukakan penemuannya dalam reaksi fotosintesis dimana terjadi proses pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia (karbohidrat) yang terjadi hanya dengan bantuan enzim fotofosforilase. Dimana CO2 tereduksi tanpa bantuan cahaya yang dikenal dengan reaksi gelap (Rakasyadi, 2000).
Teori Sachs (1860), membuktikan bahwa pada fotosintesis dihasilkan karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian memakai iodine/yodium. Reaksi antara amilum dengan iodine/yodium menghasilkan warna hitam. Ternyata amilum hanya terdapat pada daun-daun yang terkena sinar      (Rasidin, 1990).
Teori Ingenhousz (1799), membuktikan bahwa pada proses fotosintesis dilepaskan O2 (oksigen). Hal ini dibuktikan dalam percobaannya menggunakan tanaman air Hydrilla verticylata di dalam bekerglas di bawah corong terbalik yang ujungnya diletakkan sebuah tabung reaksi. Organel yang berperan dalam fotosintesis adalah kloroplas. Organel tersebut berisi pigmen klorofil yang menyebabkan warna hijau pada tumbuhan. Di setiap sel terdapat 40-50 kloroplas. Di dalam kloroplas inilah penyerapan sinar oleh klorofil dimulai pada proses fotosintesis              (Rasidin, 1990).

1.2  Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari praktikum fotosintesis yaitu agar mahasiswa dapat membuktikan terbentuknya amilum pada proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau.
Kegunaan praktikum yaitu agar mahasiswa dapat memahami tentang proses yang terjadi dalam fotosintesis. Serta mengetahui manfaat dari proses fotosintesis.







II.  METODE PRAKTEK
2.1  Waktu dan Tempat
Praktikum Biologi Umum dengan modul yang membahas tentang Pengamatan Fotosintesis dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2008 mulai pukul 13.30-17.30 WITA. Bertempat di Laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.

2.2  Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum yaitu aquades, alkohol 100%, larutan iodin (Iodine), daun singkong (Manihot esculenta) dan aluminium foil.
Alat yang digunakan yaitu cawan petri, hot plate, becker glass 100 ml 2 buah, pinset dan alat tulis.

2.3  Cara Kerja
Pada percobaan Sachs, pertama-tama membungkus daun singkong      (Manihot esculenta) dengan aluminium foil. Setelah itu membiarkannya selama satu hari dalam keadaan  terkena cahaya matahari, kemudian memetiknya dan membuka daun yang terbungkus aluminium foil dan memberi tanda agar diketahui bahwa daun tersebut merupakan daun yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lalu memasukkan kedua daun tersebut ke dalam air aquades yang telah mendidih hingga agak layu. Setelah itu mengambil daun dengan menggunakan pinset kemudian memasukkannya ke dalam alkohol yang telah dipanaskan hingga warna daun berubah menjadi agak putih/pucat. Kemudian mengambil daun dengan menggunakan pinset lalu meletakkan keduanya di atas cawan petri. Kemudian kedua helai daun tersebut ditetesi dengan larutan iodin (Iodine). Setelah itu, mengamati dan menggambarkan hasil serta perubahan-perubahan yang terjadi.

















III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Hasil
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam praktikum, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Objek : Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta)



Warna tampak hijau kehitam-hitaman


 

Gambar 34.  Daun singkong  (Manihot esculenta) yang ditutupi aluminium foil  


Objek : Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta)


Warna tampak hijau tua




 

Gambar 35.  Daun singkong  (Manihot esculenta) yang tidak ditutupi aluminium foil
Objek : Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta)



Warna tampak hijau pucat


 

Gambar 36.  Daun singkong  (Manihot esculenta) yang ditutupi aluminium foil   setelah direndam di alkohol 100 %


Objek : Pengamatan Daun Singkong (Manihot esculenta)



Warna tampak hijau  kecokelat-cokelatan




 

Gambar 37.  Daun singkong  (Manihot esculenta) yang tidak ditutupi aluminium foil setelah ditetesi larutan iodin (Iodine).





3.2  Pembahasan
Menurut Tjitrosoepomo, 1980, yang menyatakan bahwa tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Secara singkat reaksi fotosintesis yang manghasilkan glukosa dapat dituliskan sebagai berikut :
12H2O + 6CO2 + cahaya                    C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O
Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis, tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida) (Khoeruddin, 1999).
Menurut Rakasyadi, 2000, secara ringkas, perbedaan reaksi terang dan reaksi gelap yaitu :
  Reaksi terang      :    2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2
  Reaksi gelap       :    CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6 H12 O6  + 6 O2 .
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.  Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Di dalam daun juga terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.  Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis (Baharudin, 1999).
Pada percobaan Sachs yang menggunakan daun singkong (Manihot esculenta), diperoleh hasil bahwa yaitu pada daun yang dicelupkan dalam alkohol panas warnanya berubah menjadi pucat. Dimana zat hijau daunnya (klorofil) telah larut dalam alkohol, hal ini sesuai dengan fungsi alkohol sebagai zat pelarut klorofil dalam daun.
Kemudian setelah ditetesi dengan larutan iodin (Iodine), warna daun yang tidak ditutupi aluminium foil berubah menjadi hijau kehitaman. Hal tersebut membuktikan bahwa di dalam daun yang tidak ditutupi aluminium foil juga terkandung amilum, yang dihasilkan dari  proses fotosintesis dan pengaruh sinar matahari, sedangkan pada daun yang ditutupi alumunium foil, setelah ditetesi larutan iodin (Iodine) warnanya berubah menjadi tampak kemerahan seperti habis terbakar.
Hal ini disebabkan karena pada daun tersebut tidak terdapat amilum yang dapat diperoleh dari sinar matahari yang cukup. Dalam percobaan Sachs ini juga dapat dikemukakan bahwa sinar matahari juga sangat berperan penting dalam fotosintesis.
Pentingnya fotosintesis bagi makhluk hidup adalah mengikat energi surya menjadi energi dalam bentuk bahan kimia kaya energi sebagai sumber makanan, serta dapat menyegarkan udara dengan menghasilkan oksigen. Oleh karena itu banyak ilmuwan melakukan penelitian tentang fotosintesis, diantaranya percobaan Ingenhousz dan Sachs. Inti dari percobaan Ingenhousz adalah bahwa  fotosintesis menghasilkan oksigen. Sedang menurut percobaan Sachs, bahwa fotosintesis menghasilkan amilum (Tjitrosoepomo, 1980).

















IV.  KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.    Fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan zat organik (karbohidrat) dari zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan menggunakan energi cahaya atau foton.
2.    Dalam proses fotosintesis terjadi 2 reaksi, yaitu reaksi terang (Robin Hill) dan reaksi gelap (Blackman).
3.    Hasil percobaan Sachs membuktikan bahwa proses fotosintesis ditandai dengan adanya amilum pada daun.

4.2  Saran
Sebaiknya fasilitas yang terdapat di dalam laboratorium dilengkapi seperti tempat duduk dan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kenyamanan dalam melaksanakan praktek. Sehingga praktikan dapat lebih menguasai materi praktek dengan baik.








DAFTAR PUSTAKA
Baharudin, 1999.  Teori Sachs dan Ingenhousz. http:// +Teori+sach +ingenhousz&hl =d&ct=clnk&cd=1&gl=id.  Diakses pada tanggal 13 Desember 2008.

Khoeruddin, 1999.  Fotosintesis.  www.lablink.or.id/ Bio/Sel/ fotosintesis.html. Diakses pada tanggal 12 Desember 2008.

Rakasyadi, 2000.  Fotosintesis.  id.wikipedia. org/wiki/ Fotosintesis - 37k.
Diakses pada tanggal 12 Desember 2008.

Rasidin, 1990.  Fotosintesa Tumbuhan.  Balai Pustaka, Jakarta.

Tjitrosoepomo, 1980.  Fotosintesis.  Bina Aksara, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar