Senin, 28 Maret 2011

Keutamaan Sholat


Dari Ibnu Umar radhiallahuanhu, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Agama Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, membayar zakat, haji, dan shaum pada bulan ramdhan.” (Bukhari, muslim – At-Targhib).

Kelima hal di atas adalah asas islam terbesar dan rukun yang terpenting. Agama Islam diibaratkan oleh Rasulullah saw. seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat syahadat, dan empat tiang-tiang lainnya adalah pendukung pada setiap penjuru kemah itu. Tanpa tiang tengah, kemah tersebut tidak dapat berdiri tegak. Apabila salah satu dari keempat tiang itu tidak ada, kemah tetap berdiri tetapi sudut yang tidak bertiang itu akan menjadi miring dan mungkin rubuh. Berdasarkan hadits di atas, marilah kita melihat diri kita sendiri, sejauh mana manakah kita telah menegakkan Islam ini? Benarkah kita telah menegakkan setiap tiangnya dengan sempurna?


Kelima tiang dalam hadits di atas sangat penting, sehingga ditetapkan sebagai asas-asas Islam. Oleh karena itu, dengan kedudukan sebagai seorang muslim, maka sangat penting bagi kita untuk memperhatikan urusan shalat, mengingat bahwa masalah terpenting setelah iman adalah shalat. Abdullah bin Mas’ud r.a berkata “Saya pernah bertanya keapada Rasulullah saw., “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Jawab beliau, “Shalat.” Saya bertanya lagi, :Lalu apa?” Beliau menjawab, “Berbuat baik kepada orang tua.” Kemudian saya bertanya lagi, “Lalu apa?” Jawab beliau, “Jihad”. Mulla Ali Qari rah.a. menyatakan bahwa alim ulama telah menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa shalat adalah kewajiban Islam yang terpenting setelah iman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar